BERITA

  • Puncak Hari Santri, Ponpes Mathlaul Anwar Linahdlotil Ulama Gelar Apel Akbar

    Puncak Hari Santri, Ponpes Mathlaul Anwar Linahdlotil Ulama Gelar Apel Akbar

    Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Li Nahdlotil Ulama Menes hari ini menggelar Apel Akbar sebagai puncak perayaan Hari Santri Nasional 2017. Apel Akbar ini diselenggarakan untuk mengenang dan menauladani perjuangan para syuhada’ NKRI yang telah gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

    Ketua panitia Peringatan Hari Santri Nasional Perguruan Islam MALNU Pusat Menes, Irfan Al-Hafidz, menyatakan apel akbar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen MALNU yang sejak tahun 1916 telah mempelopori perjuangan dan pergerakan kemerdekaan di wilayah Banten melalui agitasi dan propaganda Kyai Tegal atau Syeikh Arsjad Tegal Menes. Menurut Irfan, apel akbar ini di ikuti oleh seluruh santri Malnu yang berjumlah tidak kurang dari empat ribu santri disemua tingkatan serta dihadiri oleh jajaran pengasuh, asatidz dan asatidzah, tokoh masyarakat setempat, serta masyarakat umum.

    “Inilah momentum kebangkitan kaum santri dalam mengisi kemerdekaan, melanjutkan perjuangan para kiai dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan menuju sebuah negara yang adil makmur dan sejahtera,” kata Irfan di lokasi acara, Minggu 22 Oktober 2017.

    Kedepan, lanjut Irfan, ia berharap tidak hanya ponpes Malnu yang menyelenggarakan rangkaian peringatan hari santri, banyak ponpes diwilayah Banten yang seharusnya juga ikut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan acara seperti yang digelar Malnu. “Kami siap bersinergi dengan PW dan PCNU se Banten untuk sukseskan peringatan Hari Santri Nasional ditahun-tahun berikutnya,” tutupnya.

    Sementara itu, salah satu keluarga besar Malnu, Ahmad Shofie Azzaki mengutarakan sejak Presiden RI Joko Widodo meresmikan secara langsung hari monumental tersebut di Masjid Istiqlal Jakarta tahun 2015 yang lalu, perayaan Hari Santri Nasional menjadi momen yang wajib dirayakan sebagai wujud penghargaan kepada para santri dan ulama yang ikut andil memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia. “Resolusi Jihad NU 22 Okt 1945 adalah bentuk peneguhan komitmen NU terhadap NKRI. Komitmen awal NU terhadap negeri ini adalah Keputusan Muktamar NU 1935 di Banjarmasin,” tegas Shofie. Ahmad Zubaidi | Minggu, 22/10/2017 12:19 WIB

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks